Rabu, 13 Maret 2013

Qolbu Mutayyam



                Pelabuhan Impian

Aku kapal pesiar
Tak bermesih, tak juga berawak
Ku hanya andalkan kekuatan angin
Dan dayungan tuk arungi samudra kehidupan
Saat danyungan pada puncaknya
Kulihat dermaga indah berkilauan
Sayup-sayup ku pelankan dayungan serta kututup layar

          Saat kumerantai kapal
          Melihat indah terpesona hatiku
          Tak siratkan kefanaan sedikitpun
          Belum selesai aq merantai kulihat badai datang
          Aku mulai khawatir akan keindahan dermaga itu
          Kubentangankan lebar layar pesiarku lindungi
Keindahan dermaga yang ku damba

Kurasakan layarku terkoyak
Menahan liarnya badai yang tak terukur
Di ahir angin badai
Kurelakan tiang serta layarku terbang
Dibawa badai yang kalut
Di saat yang sama kuputuskan
Untuk jalani runtuhan pesiar ini
Dihamparan dermaga yang kucintai

                   Namun saat ku bunyikan klakson pesiar
                   Tanda kapalku ingin selamaya di dekatnya
                   Dia bergemuruh keras
                   Dari puncak dermaga terlihat awan mengepul
                   Seolah-olah sang dermaga tak iginkan aq bersamanya

          Tiba-tiba dermagapun leleh dan berahir menjadi air kembali
          Kuteringat akan buruknya rupa pesiarku
          Hingga dia pun ternyata tak pernah harapkan ku
          Tak harapkan ku tuk jadi pendamping hidup
          Dengan betenagakan dayungan lemah
          Ku jalankan kembali pesiarku
          Dalam keadaan yang hina ku coba lupakan demaga
          Aku akn jalani sisa runtuhan ini dengan
          sapuan-sapuan ombak.,.,.,.,.,.,.,

0 komentar:

Posting Komentar

About