Pelabuhan Impian
Aku kapal pesiar
Tak bermesih, tak juga berawak
Ku hanya andalkan kekuatan angin
Dan dayungan tuk arungi samudra kehidupan
Saat danyungan pada puncaknya
Kulihat dermaga indah berkilauan
Sayup-sayup ku pelankan dayungan serta kututup layar
Saat kumerantai kapal
Melihat indah terpesona hatiku
Tak siratkan kefanaan sedikitpun
Belum selesai aq merantai kulihat badai datang
Aku mulai khawatir akan keindahan dermaga itu
Kubentangankan lebar layar pesiarku lindungi
Keindahan dermaga yang
ku damba
Kurasakan layarku terkoyak
Menahan liarnya badai yang tak terukur
Di ahir angin badai
Kurelakan tiang serta layarku terbang
Dibawa badai yang kalut
Di saat yang sama kuputuskan
Untuk jalani runtuhan pesiar ini
Dihamparan dermaga yang kucintai
Namun
saat ku bunyikan klakson pesiar
Tanda kapalku
ingin selamaya di dekatnya
Dia bergemuruh
keras
Dari puncak
dermaga terlihat awan mengepul
Seolah-olah
sang dermaga tak iginkan aq bersamanya
Tiba-tiba
dermagapun leleh dan berahir menjadi air kembali
Kuteringat akan buruknya
rupa pesiarku
Hingga dia pun
ternyata tak pernah harapkan ku
Tak harapkan ku
tuk jadi pendamping hidup
Dengan betenagakan
dayungan lemah
Ku jalankan kembali pesiarku
Dalam keadaan
yang hina ku coba lupakan demaga
Aku akn jalani
sisa runtuhan ini dengan
sapuan-sapuan ombak.,.,.,.,.,.,.,
sapuan-sapuan ombak.,.,.,.,.,.,.,
0 komentar:
Posting Komentar