Minggu, 28 September 2014
Sabtu, 15 Maret 2014
Takdir
TIDAKPUN
TETAP IYA
Setiap kamu menyeru
Aq bergurau
Tak ada huruf yg bisa kudengar
Saat semua candamu terasa pedih
Bisa melihatmu sudah terlalu bersih bagiku
Hingga hatiku mati
Kamupun tidak pernah peduli
Seonggok darah yg menggumpal
Tak ada nurani yg mampu tinggal
Untukku maupun untuk dia
Selembaran yg telah terbakar
Telah lenyap di terpa badai
Meski
abu itu tak dapat ku rangkai
Tapi
mencoba adalah kenyataan
Yang
harus aku telan
Meski
lidah telah terpotong
Tapi
rasa pahit menusuk leher
Hanya madu kesabaran
Yang dapat menahannya
Sudah lah sudah
Tapi tetap saja km meludah
Wajahku padam
Hanya teman yg terus jadi alasan
Aku tidak, nasib terjadi
Aku tidak, kamu tetap pergi
Bahkan untuk tidak, semuanya tetap terjadi
Mungkin benar kata syech at-tirmidzi
"Semua yg kau inginkan tak sepenuhnya
terkabulkan pada masa kini"
Mine
Diam Tak Berair
Neraca itu tak lagi sama
Dahulu seimbang tersa sama
Isi setia kedua sisinya
Kini Runtuh di keduanya
Nelangsa Merasuki
jiwa
Air maya membanjiri
nyawa
Seolah raga tiada
bernyawa
Hidup kembali
Menanti
Kembali kusapa mentari
Hari-hari demi hari
Menunggu romansa kehidupan mewangi
Lewat tarian merpati putih diantara pelangi
Hancurlah
pucuk bunga tak mekar
Harusnya
cintaku akan kekar
Patah layu
setia meruntuh
Tinggalah
daku berair mata dan mengeluh
Siapa akan
peduli dunia
Jika engkau pergi, pergi saja
Dan mungkin aq akan buta untuk melihatmu
by JuJuL
Langganan:
Postingan (Atom)
