TIDAKPUN
TETAP IYA
Setiap kamu menyeru
Aq bergurau
Tak ada huruf yg bisa kudengar
Saat semua candamu terasa pedih
Bisa melihatmu sudah terlalu bersih bagiku
Hingga hatiku mati
Kamupun tidak pernah peduli
Seonggok darah yg menggumpal
Tak ada nurani yg mampu tinggal
Untukku maupun untuk dia
Selembaran yg telah terbakar
Telah lenyap di terpa badai
Meski
abu itu tak dapat ku rangkai
Tapi
mencoba adalah kenyataan
Yang
harus aku telan
Meski
lidah telah terpotong
Tapi
rasa pahit menusuk leher
Hanya madu kesabaran
Yang dapat menahannya
Sudah lah sudah
Tapi tetap saja km meludah
Wajahku padam
Hanya teman yg terus jadi alasan
Aku tidak, nasib terjadi
Aku tidak, kamu tetap pergi
Bahkan untuk tidak, semuanya tetap terjadi
Mungkin benar kata syech at-tirmidzi
"Semua yg kau inginkan tak sepenuhnya
terkabulkan pada masa kini"
0 komentar:
Posting Komentar