Diam Tak Berair
Neraca itu tak lagi sama
Dahulu seimbang tersa sama
Isi setia kedua sisinya
Kini Runtuh di keduanya
Nelangsa Merasuki
jiwa
Air maya membanjiri
nyawa
Seolah raga tiada
bernyawa
Hidup kembali
Menanti
Kembali kusapa mentari
Hari-hari demi hari
Menunggu romansa kehidupan mewangi
Lewat tarian merpati putih diantara pelangi
Hancurlah
pucuk bunga tak mekar
Harusnya
cintaku akan kekar
Patah layu
setia meruntuh
Tinggalah
daku berair mata dan mengeluh
Siapa akan
peduli dunia
Jika engkau pergi, pergi saja
Dan mungkin aq akan buta untuk melihatmu
by JuJuL
0 komentar:
Posting Komentar